Rabu, 31 Agustus 2022

Kisi - kisi (PTS) Penilaian Tengah Semester Ganjil Seni Budaya 2022/2023

Kisi - kisi (PTS) Penilaian Tengah Semester Ganjil
Seni Budaya (Musik)
2022/2023



Materi yang dipelajari :

    • Pengertian Musik
    • Pengertian Musik Tradisional
    • Fungsi musik tradisional
    • Ciri-ciri musik tradisional
    • Elemen - elemen musik ; Nada, Ritme, Tempo, Dinamika
    • Pengertian Nada, Ritme, Tempo, Dinamika
    • Penggolongan alat musik ; Membranophone, Aerophone, Idiophone, Chardophone, Elektrophone
    • Pengertian ; Membranophone, Aerophone, Idiophone, Chardophone, Elektrophone
    • Contoh Alat musik : Membranophone, Aerophone, Idiophone, Chardophone, ElektrophonePengertian Komponis
    • Pengertian Musik Vokal
    • Pengertian Musik Instrumen
    • Pengertian Musik Campuran
    • Pengertian Karawitan Sekar
    • Pengertian Karawitan Gending
    • Pengertian Karawitan Sekar Gending
    • Daerah asal Alat musik Kecapi 
    • Daerah asal Alat musik Angklung
    • Daerah asal Alat musik Kolintang
    • Daerah asal Alat musik Sasando
    • Daerah asal Alat musik Tifa

SEMANGAT BELAJAR

Kamis, 27 Mei 2021

Materi Kritik Musik Untuk menghadapi PAS Genap 2020/2021

 Assalamualaikum WR WB


Materi Kritik Musik untuk menghadapi PAS Genap 2020/2021,
sebelumnya, pengertian kritik dan jenis kritik sudah kita pelajari bersama di kelas, kali ini silahkan untuk dipelajari lagi.



Jangan Lupa Jaga Sholat 5 Waktu
Semoga Sukses

 Wassalamualaikum WR WB

Selasa, 09 Maret 2021

Seni Budaya ; Pameran Seni Rupa ; Pelaksanaan Pameran


E.  Pelaksanaan Pameran

Pelaksanaan pameran mencakup kegiatan pelaksanaan kerja panitia se- cara bersama-sama, penataan ruang, pelaksanaan pameran dan penyusunan  laporan.

1. Pelaksanaan Kerja Kepanitiaan

Pelaksanaan  pameran  merupakan  puncak  dari  implementasi  rencana yang telah disusun pada tahap perencanaan pameran. Pelaksanaan kegiatan  ini akan berjalan dengan lancar bila semua pihak khususnya panitia pameran  melakukan kerjasama dan berkomitmenuntuk mensukseskan pameran tersebut.

2. Penataan Ruang Pameran

Sebelum  dilakukan  penataan  ruang  pameran,  panitia  pameran  terlebih dulu  membuat  rancangan  denah  ruang  pameran.  Hal  ini  berfungsi  untuk  mengatur arus pengunjung, komposisi penataan karya yang serasi, pengatur-  an jarak dan tinggi rendah pandangan terhadap karya dua dimensi dan tiga  dimensi dsb.

Sehubungan dengan penataan ruang, beberapa hal yang perlu perhatikan  di antaranya:

• karya yang memiliki komposisi warna yang kuat hendak tidak  didekatkan dengan karya dengan komposisi warna yang lemah,

• karya dengan komposisi warna yang kurang hendak tidak diletakan  pada ruang yang sedikit sinar karena akan semakin  memperlemah  warna yang ada,

• pemberian cahaya lampu jangan sampai menyilaukan mata atau  mengganggu pandangan orang yang melihatnya,

• pemasangan karya hendaknya sejajar dengan pandangan mata, tidak  terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah,

• pemasangan karya yang lebih tinggi dari tubuh penikmatnya harus  dibuat condong ke bawah sehingga mudah dinikmati,

• letakan beberapa pot bunga dan tanaman untuk memperindah dan  menyegarkan ruangan,

• letakan karya tiga dimensi pada tempat yang bisa dilihat dari berb- agai sudut pandang,

• pengelompokan karya harus memperhatikan ukurannya, 

• jika tidak ada AC perlu menempatkan kipas angin untuk menghilangkan suasana panas, 

• sediakan tempat sampah untuk menjaga kebersihan (Cahyono, 2002).

 

Penataan Alur Masuk Pengunjung


Penataan alur arus pengunjung perlu disesuaikan dengan kondisi ruang.  Dalam pameran sekolah dapat dibagi menjadi dua model alur:

1.      Pengaturan lalu lintas pengunjung bila pameran dilakukan di dalam  ruang kelas dengan satu pintu.



2.       Pengaturan lalu lintas pengunjung bila pameran dilakukan di dalam  ruang kelas dengan dua pintu.



• Penataan dan Penempatan Karya

Penataan  karya  yang  dipamerkan  dilakukan  atas  dasar  pertimbangan

berdasarkan jenis, ukuran, warna, tinggi-rendah pemasangannya.





• Penataan Pencahayaan 

Aspek lain yang tidak kalah pentingnya dalam penataan ruang pameran

adalah  aspek  pencahayaan.  Penataan  cahaya  ruang  pameran  dikelompokan  menjadi  pencahayaan  secara  khusus  (pencahayaan  terhadap  karya  dengan  menggunakan  spot-light)  dan  secara  umum  (pencahayaan  ruang  pameran  untuk  kepentingan  pengunjung  membaca  katalog,  folder  dan  sebagainya).  Pencahayaan  terhadap  karya  ini  diupayakan  tidak  menyilaukan  pandangan  pengunjung.



• Pembukaan pameran

Pelaksanaan  pameran  di  sekolah  biasanya  dimulai  dengan  kegiatan

pembukaan pameran yang ditandai dengan kata sambutan dari ketua panitia  pelaksana, pembimbing, serta acara sambutan sekaligus pembukaan pameran  oleh Kepala Sekolah atau yang mewakilinya. Pada waktu pembukaan bisanya  setiap pengunjung dibagi katalog pameran dan dipersilahkan untuk mencicipi  jamuan yang telah disediakan oleh panitia..

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan ketika pengunjung mengunjungi  ruang  pameran,  di  antaranya:  1)  pengunjung  diupayakan  mengisi  buku  tamu,  2) bila masih ada, pengunjung yang hadir diberi katalog,  3) sewaktu- waktu  panitia  mengamati  suasana  ruangan  seperti  kondisi  pencahayaan,  dan keutuhan karya yang dipamerkan; 4) untuk memandu para pengunjung  pameran dalam menikmati materi pameran, maka peran Seksi Stand sebagai  pemandu pameran perlu bekerja secara profesional perlu memberikan arahan  dan penjelasan kepada para pengunjung; 5) pengunjung pameran hendaknya  mengisi  buku  kesan  dan  pesan,  hal  ini  sangat  berguna  untuk  menilai  tanggapan pengunjung terhadap proses pelaksanaan pameran dan karya yang  dipamerkan. 

3. Laporan Kegiatan Pameran

Laporan   kegiatan   pameran   di   sekolah   secara   tertulis   dibuat   oleh

panitia  pemeran  sebagai  pertanggung jawaban  atas  pelaksanaan  pameran.  Laporan ini kemudian ditujukan kepada Kepala Sekolah sebagai pihak yang  bertanggungjawab terhadap segala kegiatan di sekolah. Laporan kegiatan juga

diberikan  kepada  sponsor  utama  jika  pihak  sponsor  memintanya.  Sebagai  penyandang  dana  utama  kegiatan  pameran,  pihak  sponsor  biasanya  ingin  mengetahui bagaimana dana yang diberikannya digunakan secara baik oleh  panitia.

Laporan kegiatan pameran tidak hanya berisi hal-hal yang baik saja tetapi  juga kekurangan dan kelemahan dalam penyelenggaraan. Laporan berfungsi  juga sebagai alat evaluasi kegiatan sehingga kelemahan dan kekurangan dalam  penyelenggaraan  pameran  dapat  diperbaiki  oleh  panitia  dalam  kegiatan  pameran di masa yang akan datang.

Sabtu, 06 Maret 2021

SENI BUDAYA ; PAMERAN SENI RUPA ; PERSIAPAN PAMERAN

D.  Persiapan Pameran

Setelah  menyusun  perencanaan  kegiatan  pameran  sejak  menentukan  tujuan   hingga   pembuatan   proposal,   maka   kegiatan   selanjutnya   adalah  mempersiapkan  (pelaksanaan)  pameran.  Kegiatan  utama  dalam  persiapan  pameran ini menyiapkan dan memilih karya serta menyiapkan perlengkapan  pameran.

1. Menyiapkan dan memilih Karya

Sesuai dengan salah satu persyaratan pameran, keberadaan karya mutlak diperlukan.  Untuk  memperoleh  karya  yang  akan  dipamerkan,  kalian  perlu  mempersiapkan karya yang akan dipamerkan. Kalian dapat membuat karya   seni rupa yang secara khusus diperuntukan bagi pameran yang direncanakan  tersebut  atau  memilih  dari  karya  tugas  yang  pernah  kalian  buat  dalam  pembelajaran seni rupa pada semester yang lalu.

Pemilihan karya yang akan dipamerkan dilakukan setelah karya     terkumpul.  Proses  pemilihan  karya  dapat  dilakukan  oleh  guru  dan  siswa.  Teknik  pemilihan  karya  dapat  dilakukan  berdasarkan  kualitas  kaya  (yang  layak untuk dipamerkan), jenis karya (karya dua dimensi atau tiga dimensi),  ukuran,  dan  kriteria  lain  sesuai  ketentuan  panitia  pameran.  Bahkan  dalam  pameran seni rupa di sekolah, guru bisa melakukan seleksi karya ini dengan  mempertimbangkan proporsi perwakilan tiap kelas.

Jenis karya yang dipamerkan ini dapat ditentukan satu jenis karya saja atau  campuran dari berbagai jenis. Penentuan jenis karya ini akan mempengaruhi  perlengkapan pameran yang harus di sediakan. Sebagai contoh jika kebanyakn  yang  dipamerkan  adalah  karya  seni  rupa  dua  dimensi  maka  kemungkinan  besar panitia pameran harus menyediakan tempat untuk menggantung karya- karya  tersebut.  Sebaliknya  jika  karya  yang  dipamerkan  kebanyakan  karya  seni rupa tiga dimensi, maka tempat untuk meletakkan karya tersebut harus  mendapat perhatian lebih besar.

2. Menyiapkan Perlengkapan Pameran

Penyelenggaraan pameran memerlukan perlengkapan (sarana dan

prasarana) seperti: ruangan, meja, buku tamu, buku pesan dan kesan, panil  (penyekat ruangan). lampu sorot, sound system, dan poster,

• Ruang Pameran

Ruangan  yang  dapat  digunakan  dalam  kegiatan  pameran  seni  rupa  di sekolah  bisa  menggunakan  aula  atau  ruang  kelas.  Penataan  ruang  dapat  dilakukan dengan menggunakan meja, panel, kursi.

• Meja

Meja  dapat  digunakan  untuk  meja  penerima  tamu  dan  dapat  pula digunakan sebagai dasar penyimpanan karya tiga dimensional seperti patung  atau barang kerajinan lainnya.

• Buku tamu

Bukti tamu  (berisi: no, nama, alamat/asal kelas/asal sekolah, dan tanda tangan) dapat digunakan untuk mengetahui berapa orang yang mengunjungi  pameran.

• Buku kesan dan pesan

Buku  kesan  dan  pesan  (berisi:  tanggal,  tanggapan  pribadi  pengunjung, identitas   seperlunya)   berguna   sebagai   masukan   terhadap   penyelenggan  pameran.

• Panil

Berfungsi untuk menempelkan karya dua dimensi seperti: lukisan, gambar, dan sebagainya. Panil juga dapat digunakan sebagai penyekat ruangan.




• Poster atau brosur

Media ini digunakan untuk menginformasikan kegiatan pameran yang akan dilaksanakan. Dengan demikian sebelum pelaksanaan pameran dilaku- kan, poster dan brosur sudah digunakan sebagai media informasi.


• Katalog

Berisi identitas seniman dan karya serta kuratorial penyelenggara pamer-an) berfungsi sebagai penjelasan mengenai hal ilhwal seniman dan karya seni  yang dipamerkannya.


• Folder

Berisi judul lukisan dan harga lukisan jika dijual membantu guide untuk menjelaskan kepada pengunjung pameran.

• Lampu penerangan

Lampu   ini   digunakan   untuk   memperjelas   karya   yang   dipamerkan. Lampu ini dipasang di setiap papan pamer (panil) atau di plafon. Pemasangan  lampu dan pemilihan jenis lampu untuk memperjelas karya sehingga lampu  dan  penempatannya  harus  diatur  dan  dipilih  sedemikian  rupa  agar  tidak  menyilaukan.


• Sound system

Sound system digunakan dalam acara pembukaan, dan untuk memperden-

garkan musik instrumentalia berirama lembutselama pameran  berlangsung  yang  berfungsi  untuk  mendukung  suasana  pameran  sehingga  pengunjung  merasa lebih nyaman ketika mengapresiasi karya yang dipamerkan.







Senin, 01 Maret 2021

Seni Budaya ; Pameran Seni Rupa ; Merencanakan Pameran


C.  Merencanakan Pameran


Rencana  sebuah  pameran  perlu  dirancang  secara  sistematis  dan  logis  agar  pada  waktu  pelaksanaannya  berjalan  lancar.  Tanpa  perencanaan  yang  sistematis  sebuah  pameran  tidak  dapat  berjalan  lancar  sesuai  dengan  yang  diharapkan.  Pelajari  tahapan  umum  dalam  perencanaan  penyelenggaran  pameran seni rupa berikut ini.

1. Menentukan Tujuan 

Langkah awal yang harus diperhatikan dalam menyusun program pameran adalah menetapkan dulu tujuan pameran tersebut. Penyelenggaraan pameran  dapat saja bertujuan untuk menggalang dana yang bersifat komersial, sosial  atau kemanusiaan. Cobalah diskusikan dengan guru dan teman kalian tujuan  penyelenggaraan yang paling tepat untuk kegiatan pameran dalam pekan seni  akhir semester atau tahun ajaran yang akan datang.

2. Menentukan Tema Pameran

Tema pameran ditentukan setelah tujuan pameran dirumuskan. Penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai, dengan adanya  tema  dapat  memperjelas  misi  pameran  yang  akan  dilaksanakan.  Setelah  rumusan  tujuan  dan  tema  telah  kita  tetapkan,  langkah  berikutnya  adalah  menyusun kepanitiaan pameran.

3. Menyusun Kepanitiaan 

Untuk  mendukung  kelancaran  penyelenggaraan  pameran  agar  berjalan dengan lancar perlu dibuat kepanitiaandalam sebuah organisasi kepanitiaan  pameran.  Penyusunan  struktur  organisasi  kepanitiaan  pameran  disesuaikan  dengan tingkat kebutuhan, situasi, dan kondisi sekolah. Umumnya struktur  kepanitiaan sebuah pameran terdiri dari panitian inti dan dibantu dengan sek- si-seksi.

Penyelenggaraan pameran seni rupa sekolah akan berjalan lancar bila ada  pembagian tugas kepanitian yang jelas. Hal ini dilakukan agar masing-masing  orang yang terlibat dalam kepanitiaan pameran memiliki rasa tanggung jawab  dan  kebersamaan.

Secara  singkat,  berikut  ini  pembagian  tugas  kepanitiaan  dalam pemaran seni rupa :

• Ketua

Ketua panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pameran yang bertanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran. Ketua  diharapkan dapat mencari jalan keluar untuk menyelesaikan berbagai masalah  yang timbul sejak perencanaan hingga pelaksanaan pameran. Seorang ketua  seyogianya memiliki sikap kepemimpinan yang tegas dan jujur yang disertai  sifat  sabar  dan  bijaksanapenuh  rasa  tanggung  jawab  terhadap  tugas  dan  kewajiban  yang  telah  menjadi  garapannya.  Dalam  menjalankan  tugasnya,  seorang ketua harus mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan berbagai  pihak, yang mendukung kegiatan pameran.

• Wakil Ketua

Tugas sebagai wakil ketua adalah pendamping ketua, bertanggung jawab atas kepengurusan berbagai hal dan memperlancar kegiatan seksi-seksi, juga  mengganti  (melaksanakan)  tugas  ketua,  apabila  ketua  berhalangan.  Sebagai  seorang wakil ketua, ia harus memiliki sikap tegas, jujur, sabar, serta memiliki  rasa tanggung jawab atas pekerjaan.

• Sekretaris

Tugas pokok sekretaris dalam suatu kegiatan pameran atau suatu organisasi di   antaranya   menulis   seluruh   kegiatan   panitia   selama   penyelenggaraan  pameran.  Pembuatan  surat-surat  pemberitahuan  kepada  kepala  sekolah,  orang tua, kepada Ka Dinas Pendidikan setempat, apabila pergelaran tersebut  akan  dilangsungkan  di  sekolah.  Sedangkan  apabila  pameran  tersebut  akan  diselenggarakan di luar sekolah, perlu ada surat izin dan dan pemberitahuan  kepada instansi pemerintah yang berwewenang.

Tugas sekretaris lainnya adalah mengarsipkan surat-surat penting tersebut  dan  menyusunnya  sesuai  tanggal,  waktu  pengeluaran  surat-surat  tersebut  secara cermat dan teratur. Selian itu, bersama ketua, membuat laporan kegiatan  sebelum, sedang dan sesudah pergelaran berlangsung.

• Bendahara

Seorang bendahara bertanggung jawab secara penuh tentang penggunaan, penyimpanan,   dan   penerimaan   uang   dana   yang   masuk   sebagai   biaya  penyelenggaraan  pameran.  Bendahara  harus  juga  dapat  menyusun  laporan  pertanggungjawaban  atas  penggunaan  dan  pengelolaan  keuangan  selama  pameran   berlangsung.   Untuk   itu   bendahara   memang   harus   betul-betul  mereka yang memiliki sikap yang jujur, teliti, cermat, sabar, tidak boros, dan  tidak lepas rasa tanggung jawab terhadap seluruh tugas yang dilaksanakannya.

Selain  susunan  panitia  inti  di  atas,  seksi-seksi  pun  dibentuk  sebagai  penunjang pelaksanaan pameran, di antaranya:

• Seksi Kesekretariatan

Seksi  ini  bertugas  membantu  sekretaris  dalam  pembuatan  dokumen tertulis seperti surat-menyurat, penyusunan proposal kegiatan, dan mencatat  segala sesuatu yang terjadi hingga pameran selesai.

• Seksi Usaha

Seksi  ini  berkewajiban  membantu  Ketua  dalam  pencarian  dana  atau sumbsngan  dari  berbagai  pihak,  untuk  menutupi  biaya  pameran.  Beberapa  usaha   untuk   memperoleh   dana,   misalnya   dari   iuran   peserta   pameran,  sumbangan  dari  siswa  secara  kolektif,  sumbangan  dari  donatur  atau  para  simpatisan  terhadap  diselenggarakannya  pameran,  baik  berupa  uang  atau  barang yang sangat diperlukan dalam penyelenggraan kegiatan tersebut.

• Seksi Publikasi dan Dokumentasi

Seksi  publikasi  bertugas  sebagai  juru  penerang  kepada  umum  melalui berbagai media, seperti dengan surat-surat pemberitahuan, spanduk kegiatan,  pembuatan  poster  pameran,  katalog,  undangan,  dan  sebagainya.  Apabila  dalam masalah pemberitahun tersebut ternyata memerlukan surat-surat izin  dapat berhubungan dengan sekertaris penyelenggaraan pameran.

Seksi  publikasi  juga  bertugas  untuk  membuat  laporan  dokumentasi  pameran,  dengan  jalan  mengumpulkan  hasil  pemotretan  tentang  kegiatan  dari awal sampai selesai (berakhir), dokumentasi pameran ini sangat penting  sebagai tolok ukur dan wawasan di masa mendatang.

• Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang

Seksi  Dekorasi  dan  Penataan  Ruang  pameran  bertugas  mengatur  tata ruang pameran. Seksi ini selain bertugas untuk menghias ruang pameran juga  bertugas  mengatur  denah  dan  penempatan  karya  yang  dipamerkan.  Dalam  penataan ruang pameran Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang pameran perlu  memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

◊ Pengaturan benda-benda yang dipajang tergantung di dinding 

ruangan  berupa  lukisan,  jangan  sampai  dicampur  atau  satu  tempat  dengan  benda-benda seni kerajinan lainnya yang dipajang di atas meja pameran, bila  mungkin disediakan ruangan gelar yang terpisah.

◊ Penataan  benda-benda  untukmengarahkan  pengunjung  agar  dapat  berkonsentrasi  waktu  menonton  dan  melihat  berbagai  barang  (karya)  yang  dipamerkan.

◊ Pemberian  hiasan  dekorasi  ruangan  diharapkan  tidak  berlebihan  sehingga mengganggu penikmatan karya yang dipamerkan.

◊ Pengaturan jalan masuk dalam ruang pameran sesuai dengan   keinginan karya mana yang diharapkan dilihat pertama kali dan karya mana  yang diharapkan dilihat terakhir kali.

◊ Penyertaan  musik  dan  lagu  sebagai  pengantar  dan  pengisi  suasana  pameran bertujuan untukmembantu pengunjung pameran menikmati      karya yang dipamerkan. Penyertaan musik pengiring yang berlebihan dapat  mengganggu  pengunjung  pameran  sehingga  tujuan  apresiasi  karya  dapat  tidak tercapai.

• Seksi Stand

Seksi  stand  atau  petugas  stand  adalah  penjaga  pameran  yang  bertugas menjaga  kelancaran  pameran,  mengatur  (mengarahkan)  pengunjung  mulai  dari  masuk  sampai  ke  luar  dari  ruang  pameran.Petugas  penjaga  stand  diharapkan  melayani  para  pengunjung  secara  ramah  dan  sopan  membantu  memberikan informasi tentang karya-karya yang dipamerkan.

• Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya

Karya  yang  akan  dipamerkan  dikumpulkan  dan  dipilih,  dikategorikan sesuai dengan tema pameran yang ditentukan. Seksi pengumpulan dan seleksi  karya bertugas melakukan pencataan dan pendataan karya (nama seniman,  judul, tahun pembuatan, kelas, harga, dll)  serta melakukan pemilihan karya  yang akan dipamerkan.

• Seksi Perlengkapan

Seksi Perlengkapan memiliki tugas untuk mengatur berbagai perlengkapan (alat dan fasilitas lain)yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran. Seksi  ini bekerjasama dengan seksi dekorasi dan penataan ruang mempersiapkan  tempat  penyelenggaraan  pameran  serta  berkordinasi  secara  khusus  dengan  seksi  pengumpulan  dan  seleksi  karya  dalam  pengumpulan  dan  pemilihan  karya.

• Seksi Keamanan

Tugas  seksi  keamanan  dinataranya  menjaga  ketertiban  dan  keamanan lokasi pamerankhususnya kemanan karya-karya yang dipamerkan.  

• Seksi Konsumsi

Saat pembukaan pameran umumnya disediakan kudapan atau hidangan  bagi  tamu  undangan.  Seksi  Konsumsi  bertugasmenyediakan  dan  mengatur  konsumsi ketika pembukaan pameran tersebut. Seksi konsumsi juga  bertanggung  jawab  menyediakan  dan  mengatur  konsumsi  dalam  kegiatan kepanitian pameran.

4. Menentukan Waktu dan Tempat

Penentuan  waktu  pameran  yang  diselenggarakan  bersamaan  dengan pekan seni di sekolah biasanya dilakukan saat tidak ada kegiatan pembelajaran  di kelas seperti pada akhir semester atau tahun ajaran menjelang hingga saat  pembagian raport. Hal ini dimaksudkan agar penyelenggaraan pameran tidak  mengganggu kegiatan belajar dan dapat diikuti serta disaksikan oleh segenap  warga sekolah.

Penentuan  tempat  pameran  disesuaikan  dengan  kondisi  sekolah  dan  ukuran, jumlah serta karakteristik karya yang akan dipamerkan, apakah akan  dilakukan di kelas, di aula, gedung serba guna, dihalaman sekolah atau tempat  lain di luar sekolah.

5. Menyusun Agenda Kegiatan

Penyusuan  agenda  kegiatan  dimaksudkan  untuk  memberikan  kejelasan waktu   pelaksanaan   kepada   semua   fihak   yang   berkaitan   dengan   proses  penyelenggaraan pameran. Agenda kegiatan disusun dalam sebuah tabel dengan  mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu (biasanya dalam bulan,  minggu dan tanggal). Untuk lebih jelasnya, di bawah ini contoh agenda kegiatan.



6. Menyusun Proposal Kegiatan

Penyusunan proposal kegiatan sangat bermanfaat dalam kegiatan persiapan  pameran.  Proposal  kegiatan  dapat  digunakan  sebagai  pedoman  penyelenggaraan   kegiatan   pameran.   Selain   itu,   proposal   ini   juga   dapat  digunakan  untuk  mencari  dana  dari  berbagai  pihak(sponsorship)  untuk  membantu  kelancaran 

penyelenggaraan  pameran.Secara  umum  sistematika  isi proposal biasanya mencakup: 

latar belakang, tema, nama kegiatan, landasan/ dasar  penyelenggaraan,  tujuan  kegiatan,  susunan  panitia,  anggaran  biaya,  jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship, dan 


SEMANGAT BELAJAR


Selasa, 02 Februari 2021

Seni Budaya ; Tujuan, Manfaat dan Fungsi Pameran

 

Setelah mengikuti pembelajaran tentang tujuan, manfaat dan fungsi

pameran karya seni rupa, peserta didik diharapkan mampu:

1. Mengidentifikasi tujuan pameran seni rupa,

2. Mengidentifikasi fungsi pameran seni rupa

3. Mengidentifikasi manfaat pameran seni rupa,

4. Mengungkapkan tujuan pameran seni rupa

5. Mengungkapkan fungsi pameran seni rupa

6. Mengungkapkan manfaat pameran seni rupa


sebagai mahluk yang berakal dan berbudi,

setiap pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seharusnya memiliki

tujuan dan manfaat yang diharapkan serta dilakukan dengan penuh tanggung

jawab. Demikian pula halnya dalam kegiatan penyelenggaraan pameran

setidaknya dikenal beberapa tujuan yaitu tujuan sosial dan kemanusiaan,

tujuan komersial, dan tujuan yang berkaitan dengan pendidikan.


Tujuan sosial dan kemanusiaan merupakan Sebuah kegiatan pameran yang diselenggarakan dalam lingkup terbatas (sekolah) maupun lingkup yang lebih luas (masyarakat) dapat diselenggarakan dengan harapan (tujuan) karya yang dipamerkan terjual dan dana hasil penjualan tersebut digunakan untuk kegiatan sosial kemanusiaan seperti disumbangkan ke panti asuhan, masyarakat tidak mampu, korban bencana alam. 

Tujuan komersial merupakan kegiatan pameran yang diselenggarakan dengan harapan karya yang dipamerkan terkjual dengan keuntungan yang tinggi bagi pemilik karya atau penyelenggara pameran tersebut. 

Tujuan yang berkaitan dengan pendidikan, Dalam konteks pembelajaran atau pendidikan seni rupa, pameran diselenggarakan dengan harapan mendapat apresiasi dan tanggapan dari pengunjung untuk meningkatkan kualitas berkarya selanjutnya. Walaupun demikian tidak terlarang bagi siswa untuk menyelenggarakan kegiatan pameran karya seni rupa yag bersifat komersial. 


Secara khusus penyelenggaraan pameran di sekolah memiliki manfaat, untuk menumbuhkan dan menambah kemampuan peserta didik dalam memberi apresiasi terhadap karya orang lain serta menambah wawasan dan kemampuan dalam memberikan evaluasi karya secara lebih objektif. 

Berkaitan dengan organisasi penyelenggaraannya, penyelenggaraan pameran di sekolah bermanfaat untuk melatih peserta didik bekerja dalam kelompok (bekerja sama dengan orang lain), menguatkan pengalaman sosial, melatih untuk bertanggungjawab dan bersikap mandiri serta melatih untuk membuat suatu perencanaan kerja melaksanakan apa yang telah direncanakan. Jika karya yang dipamerkan diapresiasi dengan baik, kegiatan pameran juga bermanfaat membangkitkan motivasi peserta didik dalam berkarya seni. (Cahyono, 1994). Motivasi untuk berkarya dan menyajikan karya ini merupakan jalan untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta didik. Rasa percaya diri ini mendorong siswa untuk berani mencoba sesuatu yang baru, mendorong timbulnya sikap kreatif dan inovatif.


Kegiatan pameran memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi antara

pencipta seni (seniman) dengan pengamat seni (apresiator). Pameran seni

rupa pada hakekatnya berfungsi untuk membangkitkan apresiasi seni pada

masyarakat, di samping sebagai media komunikasi antara seniman dengan

penonton (Wartono, 1984).


Dalam konteks penyelenggaraan pameran seni rupa di sekolah, Nurhadiat

(1996: 125) secara khusus menyebutkan fungsi pameran seni rupa sekolah, di

antaranya: (1) Meningkatkan apresiasi seni; (2) Membangkitkan motivasi

berkarya seni; (3) Penyegaran dari kejenuhan belajar di kelas; (4) Berkarya

visual lewat karya seni dan (5) Belajar berorganisasi.

Konsep Umum


KONSEP UMUM

Pameran pada dasarnya adalah kegiatan untuk menunjukkan barang

atau benda yang disusun (ditata) sedemikian rupa dalam ruang dan waktu

tertentu dengan harapan diapresiasi oleh orang yang melihatnya.

Pameran karya seni rupa tidak hanya berupa karya seni lukis, tetapi

juga jenis karya seni rupa lainnya baik yang dikategorikan seni murni

maupun seni terapan. 


Sumber : Buku Seni Budaya Kelas X SMK/MAK/SMA/MA

Seni Budaya ; Pameran Karya Seni Rupa ; Pengertian Pameran

 


Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran tentang pameran karya seni rupa, siswa

diharapkan dapat memahami konsep dan prosedur pameran seni rupa serta

dapat melaksanakan pameran karya seni rupa dua dan tiga dimensi yang

dibuat siswa dengan melihat model.


Kegiatan apresiasi seni dalam bentuk pameran seni rupa dan pagelaran

seni pertunjukkan (musik, tari dan teater) bermanfaat untuk mengenalkan

kepada masyarakat sekolah dan masyarakat sekitar hasil kreasi siswa sekolah

tersebut. Melalui kegiatan ini peserta didik diharapkan dapat meningkatkan

silaturahmi dengan teman-temannya dari kelas yang lain maupun dari sekolah

lain yang datang berkunjung untuk mengapresiasi hasil kreasi mereka.

Tanggapan dari para pengunjung pameran dan pentas seni dapat digunakan

sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu sajian pameran dan

pementasan di masa yang akan datang.


A. Pengertian Pameran

Pernahkah siswa-siswi anda mengunjungi pameran karya seni rupa?

Mungkin diantara mereka ada atau bahkan banyak yang belum pernah

mengunjungi museum atau galeri seni rupa, tetapi mereka mungkin tidak

menyadari bahwa kegiatan pameran karya seni rupa secara langsung maupun

tidak langsung ada disekitarnya. Mintalah peserta didik untuk mengamati

baik-baik lingkungan di sekitarnya. Beri penjelasan pada peserta didik bahwa

kegitan menata ruangan, menggantungkan foto atau lukisan di dinding ruang

tamu bahkan di ruangan kamar tidur pada dasarnya kegiatan memamerkan

karya seni rupa. Lukisan, foto, poster dan benda-benda hiasan lainnya yang

digantungkan di dinding, dipasang untuk dinikmati atau diapresiasi orang

yang melihatnya. Selanjutnya ajak mereka untuk memperhatikan barang

dagangan yang dipajang di pasar, di warung, di kaki lima, di toko hingga super

market, tunjukkan bagaimana barang-barang tersebut ditata sedemikian rupa

agar menarik perhatian orang yang melihatnya dan tentunya dengan harapan

akan membelinya. Berilah mereka gambaran bahwa prinsip dasar kegiatan

pemeran karya seni rupa pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pemajangan

barang-barang tersebut.


Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan ide

atau gagasan perupa ke pada publik melalui media karya seninya. Melalui

kegiatan ini diharapkan terjadi komunikasi antaran perupa yang diwakili oleh

karya seninya dengan apresiator. Hal ini sejalan dengan definisi yang diberikan

Galeri Nasional Indonesia bahwa pameran adalah suatu kegiatan penyajian

karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh

masyarakat luas (http://www.galeri-nasional.or.id). Bentuk apresiasi ini

bermacam-macam, mulai dari pujian dalam hati hingga imbalan berupa

materi.

Penyelenggaraan pameran dalam konteks pembelajaran seni budaya bisa

dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah (masyarakat). Penyelenggaraan

pameran di sekolah menyajikan materi pameran berupa hasil studi peserta

didik dari kegiatan pembelajaran kurikuler maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Kegiatan ini biasanya dilakukan pada akhir semester atau akhir tahun ajaran.

Sedangkan konteks pameran dalam arti luas, di masyarakat, materi pameran

yang disajikan berupa berbagai jenis benda (karya seni rupa) untuk dilihat

dengan harapan dapat diapresiasi oleh masyarakat.


Sumber :Buku Seni Budaya Kelas X SMA/MA/SMK/MAK

Rabu, 29 April 2020

BAB 12 ; PERTUNJUKAN MUSIK DALAM KRITIK ; PENGERTIAN KRITIK MUSIK

ASSALAMUALAIKUM WR WB


Selamat Pagi
Siswa - Siswi SMK TARUNA BANGSA

Pada pertemuan kali ini, Kita akan memasuki bab baru

PERTUNJUKAN MUSIK DALAM KRITIK




Kritik musik?

Apa yang kamu bayangkan ketika mendengar kata ‘kritik’? 
Apakah kata ‘kritik’ memiliki arti negatif atau sebaliknya?
Bersifat membangun  atau justru membuat orang takut atau marah?
Bersifat menjatuhkan atau justru  mendukung rasa percaya diri seseorang?
Apabila kamu adalah pihak yang dikritik, bagaimana respon kamu ketika  seseorang  mengkritik  kesalahan  yang  kamu  lakukan  dalam  pertunjukan? 
Bagaimana  perasaan  kamu  ketika  menerima  kritik  dari  penonton  yang  menganggap bahwa permainan musik kamu tidak sebaik musisi profesional? 
Apabila kamu adalah pihak pemberi kritik, bagaimana kamu  mengemukakan kritik?
Apa tujuan kamu mengemukakan kritik kepada pelaku  atau pemain pertunjukan?
Mengapa kamu mengritik hal tertentu dari pemain? 
Mengapa kamu memberi kritik ketika pemain tidak memainkan suatu karya  kolaborasi  seni  sesuai  dengan  interpretasi  kamu?
Mengapa  kamu  memberi  kritik  ketika  pemain  tidak  menggunakan  kostum  dan  properti  panggung  sesuai dengan selera kamu?

Dalam  bab  ini  kamu  akan  diperkenalkan  dengan  kritik  musik  dalam  pertunjukan  seni.  Untuk  sementara,  kita  lupakan  pertanyaan-pertanyaan  di  atas tentang bagaimana seseorang memaknai kata ‘kritik’. Kita awali dengan pengertian kritik terlebih dahulu.

A.PENGERTIAN KRITIK

Apakah  kritik?  Mengacu  pada  Kamus  Besar  Bahasa  Indonesia  (2008),  kritik diartikan sebagai kecaman, kadang-kadang disertai uraian dan  pertimbangan  baik  atau  buruk  terhadap  suatu  hasil  karya,  pendapat,  dan  sebagainya.  Kritik  akan  membawa  ke  arah  kemajuan,  jika  diterima  dengan  akal pikiran yang sehat dan maju. Kritik bagi sebuah karya seni, baik koreografi,  komposisi, sastra, rupa dan artifak lainnya adalah suatu hal yang utama untuk  kemajuan positif. Berdasarkan perngertian dari sumber itu, maka kritik musik  dalam pertunjukan seni. Berdasarkan pengertian dari sumber itu maka kritik  musik  dalam  pertunjukan  seni  dapat  diartikan  sebagai  pertimbangan  baik  atau buruk terhadap kemampuan seseorang atau kelompok dalam    memproduksi musik/lagu atau karya musik dalam pertunjukan seni. Dengan  kata  lain,  kritik  musik  dalam  pertunjukan  seni  memperlihatkan  objek  dari  kritik, yaitu musik, yang berhubungan dengan nada, ritme, harmoni, intensitas,  warna suara, interpretasi, dan ekspresi.

Pernahkah  kamu  menyaksikan  acara  Indonesian  Idol?  Atau,  Akademi  Fantasi  Indonesia  (AFI),  Indonesia  Mencari  Bakat  (IMB),  Kontes  Dangdut  Indonesia (KDI), atau bentuk kompetisi lainnya yang disiarkan oleh beberapa  stasiun televisi swasta nasional? Pernahkah kamu menyaksikan komentar yang  diberikan  beberapa  juri  setelah  mendengar  bagaimana  seorang  penyanyi  memproduksi suaranya?

Peranan  juri  dalam  suatu  kompetisi  atau  pertunjukan  musik  dapat  disamakan  dengan  orang  yang  memberi  kritik  atau  kritikus.  Kritikus  tidak  hanya dipandang sebagai penilai, tetapi juga sebagai seorang apresiator, yaitu  seseorang yang dapat menghargai karya yang sedang ia amati. Dengan kata     lain, seorang kritikus tidak hanya dapat menilai produksi musik sebagai ‘baik’   atau  ‘buruk’,  tetapi  juga  dapat  menguraikan  atau  menjelaskan  mengapa  ia  menilai musik itu ‘baik’ atau ‘buruk’.

Seorang kritikus harus memiliki beberapa kemampuan dasar, di antaranya:

pertama,  seorang  kritikus  harus  memiliki  kemampuan  atau  pengalaman  untuk mengobservasi atau mengamati suatu lagu dengan teliti.

Kedua,  seorang  kritikus  harus  memiliki  kemampuan  atau  pengalaman  mendengarkan lagu dari beragam genre musik, seperti pop, jazz, klasik Barat,  keroncong, dangdut, tradisi, dan lain-lain. Tidak hanya memiliki pengalaman  atau  pengetahuan  tentang  lagu  dari  beragam  jenis  atau  genre  musik,  tetapi  seorang kritikus harus memiliki pengalaman atau pengetahuan tentang gaya    lagu dari masing-masing genre. Ingatkah kamu materi pelajaran yang pernah   kita  bahas  dalam  Bab  3  di  Semester  I?  Betul!  Dalam  bab  itu  kita  pernah  membahas tentang musik sebagai simbol, nilai-nilai estetik dalam musik, dan  estetika musik. Nilai-nilai estetik dalam lagu atau musik memperlihatkan gaya  dari lagu atau musik yang dinyanyikan. Selain itu, seorang kritikus juga harus  memiliki pengetahuan tentang tingkat kesulitan lagu-lagu yang dinyanyikan   atau dimainkan oleh musisi (penyanyi dan pemain musik). Bagaimana suatu   lagu  atau  musik  sebaiknya  dihasilkan  oleh  musisi  (penyanyi  atau  pemain  musik) sehingga terdengar lebih menarik bagi penonton atau pendengar.

Ketiga,  seorang  kritikus  harus  memiliki  wawasan  untuk  memahami  bagaimana suatu lagu atau musik sebaiknya dihasilkan oleh musisi (penyanyi  atau  pemain  musik)  sehingga  terdengar  lebih  menarik  bagi  penonton  atau  pendengar.


Tujuan kritik seni adalah untuk melakukan evaluasi seni, apresiasi seni, dan mengembangkan seni ke taraf yang lebih kreatif dan inovatif. Bagi masyarakat, kritik seni berfungsi sebagai memperluas wawasan. Bagi seniman, kritik tampil sebagai ‘cambuk’ kreativitas.

KLIK LINK DIBAWAH INI UNTUK MENGERJAKAN TUGAS

TUGAS




Kisi - kisi (PTS) Penilaian Tengah Semester Ganjil Seni Budaya 2022/2023

Kisi - kisi (PTS) Penilaian Tengah Semester Ganjil Seni Budaya (Musik) 2022/2023 Materi yang dipelajari : Pengertian Musik Pengertian Musik ...